Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Desember 2010

Menentukan tempat kios usaha atau kaki lima

Jangan menganggap tempat tidak menentukan kemajuan suatu usaha, tidak hanya promosi yang penting, posisi tempat usaha yang baik bisa menjaring pengunjung spontan yang dapat dengan mudah melihat keberadaan usaha kita. Kita harus bisa bersikap atau merasakan apa yang dirasakan oleh calon pengunjung, bidang pandangnya, moodnya atau konsentrasinya. Kios-kios kecil atau kaki lima (lapak) jangan dipandang sebelah mata. Pernahkah kita berfikir dari segmen inilah banyak orang yang menjadi kaya, tentu saja dengan tempat strategis dan pengembangan usaha. Contohnya waralaba yang kian menjamur di indonesia, es teh, gorengan krispi, atau roti-roti mini.



Berikut ini tips memilih tempat yang baik untuk usaha berupa kios ataupun kaki lima:

Pertama, usahakan kita membuka usaha di sisi kiri jalan dari target pasar kita. Tips ini sangat berguna pada jalan-jalan yang hanya memiliki satu arah. Misalkan target pasar bubaran pabrik yang cenderung satu arah. Alasan pemilihan tempat ini yaitu pengguna jalan akan lebih mudah melihat usaha kita dengan tidak sengaja (scanning refleks). Pengguna jalan dalam kecepatan tinggi memiliki bidang pandang lebih besar ke sisi kiri jalan daripada kanan jalan (budaya indonesia melintas di lajur kiri).

Kedua, hindari membuka tempat usaha di kawasan macet. Pertimbangan alasan ini yaitu pada mood calon pengunjung yang dapat berubah sewaktu-waktu bila menghadapi sulit menepi atau menyalip. Pada kawasan ini pengguna jalan cenderung berkonsentrasi untuk keluar dari kemacetan sehingga akan mengabaikan keadaan sekelilingnya, terlebih bila usaha kita bukan tujuan mereka dan akan kecil kemungkinan mengunjungi dengan spontan.

Ketiga, hindari membuka usaha di pertengahan jarak. Maksudnya bila kita naik angkutan umum kita cenderung tidak berhenti pada jarak setengah dari ongkos kita, toh bayarnyapun akan sama saja. Calon pengunjung akan lebih memilih turun di jarak maksimal pada ongkos yang sama, dan ternyata pada jarak maksimal itu telah berkumpul beragam usaha, contohnya terminal, disekitarnya ada pasar, swalayan atau komplek pertokoan.

Keempat, hindari membuka usaha di jalur cepat. Maksud jalur cepat ini bukan berarti tol tapi kebiasaan pengguna jalan mempercepat kendaraannya seperti jalan yang luas, rata tidak ada lubang dan polisi tidur, atau jalanan yang menurun. Pada kawasan ini pengguna jalan akan berkonsentrasi pada jalan karena harus mengendalikan kendaraan dan kecepatannya. kalaupun pengguna jalan melihat usaha kita, toh sudah terlewat saat mereka menyadarinya. Berani dipastikan hanya 5% yang akan mampir ke tempat usaha kita.

Kelima, cari tempat usaha yang menjorok keluar. Tentu saja menjorok ke luar ini dengan batas aman, jangan sampai malah membahayakan atau menggangu kenyamanan umun. Tempat yang menjorok keluar 1-1,5 meter cukup membantu mendapatkan bidang pandang pengguna jalan dengan kata lain mudah terlihat.

Keenam, apabila alternatif terakhir (terpaksa) mendapat tempat yang menjorok ke dalam (misalkan di depan minimarket/swalayan yang memiliki tempat parkir), buka usaha kita di dekat pintu masuk atau di pojok sebelah kiri dari mini market tersebut. Membuka usaha di tempat ini memang mengandalkan ramai tidaknya minimarket. Membuka usaha di pojok kiri minimarket dimaksudkan untuk menjaring calon pembeli yang tidak bertujuan ke minimarket. Tempat ini akan mudah terlihat dari jalan karena sudut pandang pengguna jalan akan menangkap tempat usaha kita. Berbeda dengan sebelah kanan minimarket, pengguna jalan harus menoleh terlebih dahulu untuk melihat ke arah itu sehingga dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Tempat usaha sebelah kanan minimarket sangat kecil menjaring pengunjung spontan yang berasal dari jalan yang datang dari arah kiri.

Ketujuh, dianjurkan tempat usaha memiliki ruang kosong didepannya yang dapat berfungsi sebagai tempat parkir. Ruang kosong itu bisa berupa halaman dari tempat usaha itu sendiri atau sisi jalan, tentu saja yang tidak menggangu lalulintas jalan.

Kedelapan, hindari tempat usaha yang berhimpitan dengan badan jalan, terlebih jalannya kecil senantiasa padat lalulintasnya. Secara psikologis calon pengunjung enggan mampir karena takut mengganggu lalulintas atau merasa kendaraan yang diparkirnya kurang aman.

Kesembilan, hindari tempat usaha yang dipisahkan agak jauh dari jalan oleh selokan atau trotoar. Tips kesembilan ini akan sangat terasa apabila tempat usaha itu bukan komplek pertokoan dan kios. Calon pengunjung akan merasa kurang aman kendaraannya karena parkirnya jauh dari tempat usaha kita. Alasan kedua karena calon pengunjung ingin hemat energi (akses cepat) tanpa harus melewati selokan bau atau trotoar yang tinggi dulu untuk mencapai ke tempat usaha kita.

Kesepuluh, dianjurkan memilih tempat usaha yang datar dengan jalan (tidak lebih tinggi dari jalan). Tempat yang lebih tinggi secara psikologis merupakan hambatan dan membutuhkan energi yang lebih banyak untuk mencapainya, terlebih pengunjung secara tidak langsung merasa rendah dan tidak dihargai karena mereka datang dari tempat lebih rendah.

Kesebelas, dianjurkan memilih tempat usaha yang teduh. Tempat ini bisa di bawah pohon atau dibuatkan peneduh. Pengunjung akan nyaman, betah dan berlama-lama di tempat usaha kita, bahkan bisa jadi tempat yang teduh ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan ingin kembali lagi.
  BACA SELANJUTNYA...

Kamis, 09 Desember 2010

MOTIVASI : Apartemen Lantai 60


ada satu keluarga yang kontrak rumah membeli sebuah apartemen di lantai 60. apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. then, tibalah hari yang dinanti. apartemen dambaan telah jadi selesai dengan baik. dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka.

mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain. "nanti diatas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai denger musik,bisa meneropong jauh, bersantai mandi dolo, pokoknya enak deh..."demikian pikir mereka.

sesampainya mereka disana, mereka menemui developer. ternyata, apartemen itu baru setengah jadi. dan lift belum terpasang. mereka sangat kecewa dibuatnya. mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat.

mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.

sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "toh diatas kita ga perlu telpon or pesen apa2"demikian menurut mereka.

di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "toh kita masih pake baju."

lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu2 yang kita punya itu2 aja."

teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "toh tadi masih kenyang makan banyak."

lalu... di lantai 55 teropong dengan tripod yang seangat besar mereka tinggalkan begitu saja.
"toh diatas mau liat apa, belom jadi semua tower yang laen."

sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari, yang mereka miliki hanya sebuah kasur.
tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.

and so....
what's the point? mungkin bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang.
perjalanan itu melambangkan kehidupan.
tiap lantai yang ada, melambangkan umur.
dan anda adalah keluarga tersebut.
barang2 tersebut adalah mimpi anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan anda.

***
di umur 25 anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan anda, tanpa sadar anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial.

di umur 30 anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi anda akibat sulitnya bersaing.

di umur 35 anda mulai melupakan kesenangan ya ng anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan anda tidak mencukupi.

di umur 45 anda berhenti makan makanan yang anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini.

di umur 55 anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang anda lewati, anda mulai khawatir dengan masa depan anak anda.

di umur 60, anda menyesal, tidak banyak yang anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan.
anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, anda tidak memiliki achievement yang bisa dibanggakan, anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat anda, anda tidak bisa menikmati hobi anda di masa muda, kesehatan badan mengkhawatirkan.

so as i said to my friend, idup cuma dateng 1x. make sure! you fight for your dreams.
jangan lepasin, tapi usahakan. jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup.
dreaming is a freedom, so free your dreams.

Regards, Kevin Cahyadi Tanujaya
  BACA SELANJUTNYA...

Rabu, 08 Desember 2010

Orang Sukses Bukanlah Orang Yang Tidak Pernah Gagal


meraih suksesBagaimana mengatasi kegagalan? Kegagalan menjadi momok bagi setiap orang dalam menjalankan usaha. Betapa sering orang mengalami kegagalan dalam usaha bisnis atau bidang pekerjaan lain kemudian menyerah dan berhenti menerima kenyataan. Seolah-olah kegagalan tersebut adalah akhir dari segalanya dan tidak ada celah untuk menjadi sukses. Pada kenyataannya orang-orang sukses itu bukan tidak pernah gagal. Justru orang-orang sukses adalah orang-orang yang pernah berada dalam posisi kehidupan terbawah dan tidak terbayangkan betapa susah keadaan tersebut oleh orang kebanyakan. Akan tetapi kunci orang-orang  sukses mereka bisa bangkit dari kegagalan dan menerima kegagalan sebagai sebuah pelajaran berharga. Itulah cara orang sukses mengatasi kegagalan.

Kegagalan justru akan membuat orang sukses matang dalam berbagai hal, sebagai bekal untuk sukses. Dalam terminologi agama, kegagalan justru adalah kasih sayang dari Tuhan untuk menunjukkan jalan yang lebih baik dari jalan yang sekarang kita tempuh. Jika Tuhan tidak sayang kita mungkin akan membiarkan kita melalui jalan yang kita anggap baik padahal itu salah dan tidak baik bagi kita. Maka jangan pernah menyerah dalam kegagalan kecil, agar tidak memperoleh kegagalan yang lebih besar.

Bagi pengusaha dalam kategori usaha kecil dan menengah (UKM), kegagalan dalam memulai usaha merupakan hal yang jamak terjadi dan tidak jarang membuat para pengusaha pemula berhenti dan tidak lagi meneruskan atau memikirkan untuk bangkit mengatasi kegagalan. Bagi Usaha kecil dan menengah hal terberat adalah merintis sebuah usaha meski setelah usaha berjalan tidak kalah beratnya menjaga kesinambungan usaha agar tetap memberikan keuntungan. Diperlukan motivasi dan kerja keras untuk mewujudkan keberhasilan demi keberhasilan dalam usaha.

Beberapa contoh orang sukses berangkat dari pengalaman hidup yang berat dan pernah melalui ujian kegagalan namun berhasil mengatasi kegagalan dengan tidak berputus asa. Mari kita ambil pelajaran dari beberapa contoh dari orang-orang yang sukses di bidangnya. Siapa yang tidak mengenal Bob Sadino, pengusaha sukses di bidang Agrobisnis di negeri ini. Pengusaha sukses yang senantiasa perpakaian sederhana dan apa adanya.
Dalam sejarahnya Bob Sadino yang pernah bekerja mapan di Eropa dengan fasilitas gaji yang cukup besar tidak membuat dia berpuas diri. Dengan tekad bulat dia memutuskan diri untuk memiliki usaha sendiri tanpa menjadi pesuruh orang lain. Berbekal dua buah mobil mercedez, satu dijual sebagai modal untuk membeli sebidang tanah dan satu lagi digunakan sebagai taxi. Namun malang Taxi tersebut mengalami kecelakaan dan akhirnya hancur. Akhirnya Bob bekerja sebagai kuli bangunan dengan gaji Rp 100.

Kondisi ini benar-benar membuat depresi Bob Sadino . Untuk mengobati depresi yang dialaminya , temannya menyarankan agar ia beternak ayam dan mulai menjual telur-telur ayam. Pada awal berjualan, Bob bersama istrinya hanya menjual telur beberapa kilogram. Akhirnya dia tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Padahal saat itu telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang.

Kini Bob Sadino mempunyai PT Kem Foods (pabrik sosis dan daging). Bob juga kini memiliki usaha agrobisnis dengan sistem hidroponik di bawah PT Kem Farms. Pergaulan Bob dengan ekspatriat rupanya menjadi salah satu kunci sukses. Ekspatriat merupakan salah satu konsumen inti dari supermarketnya, Kem Chick. Daerah Kemang pun kini identik dengan Bob Sadino. Itulah cara Bob Sadino mengatasi kegagalan dalam usaha dengan bekerja keras dan tidak menyerah pada kegagalan.

Perjalanan tokoh kedua adalah Abraham Lincoln, Mantan Presiden AS. Kesuksesannya mencapai puncak tertinggi Presiden AS, tidak lepas dari kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa  kehilangan semangat.
Keberhasilan mengatasi kegagalan menjadikan ia menjadi orang nomor satu di negaranya. Ini adalah rentetan perjalanan hidupnya :
1831 – ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 – ia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal
1833 – ia kembali menderita kebangkrutan.
1835 – istrinya meninggal dunia
1836 – ia menderita tekanan mental sedemikian rupa,
sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
1837 – ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato
1840 – ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
1842 – ia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.
1848 – ia kalah lagi di kongres Amerika Serikat.
1855 – ia gagal lagi di senat Amerika Serikat.
1856 – ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.
1858 – ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.
1860 – Ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.

Bagi orang lain kegagalan semacam itu mungkin sudah menyurutkan langkah dan mematahkan semangat. Tetapi Bagi Lincoln itu bukan halangan hingga mencapai puncak kesuksesan. Bagaimanapun juga dibalik setiap kegagalan ada peluang untuk sukses. Bisa jadi kegagalan adalah cara Tuhan menunjukkan kepada manusia jalan sukses yang lain.

sumber : galeriukm
  BACA SELANJUTNYA...

Budidaya Gurami Makin Prospektif

Budidaya Gurami Makin Prospektif
Seiring dengan menjamurnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar, permintaan terhadap pasokan ikan gurami kian meningkat. Itulah sebabnya budidaya gurami kini banyak dilirik oleh para petani modern. Selain pasarnya sangat prospektif, harganya cukup menggiurkan, juga karena ada pilihan-pilihan fase yang sama-sama memberi keuntungan yang menggiurkan. Baik fase peneluran, pembibitan, pendederan, pembesaran, maupun perdagangannya.

“Kebutuhan gurami di Yogya saat ini 4 ton per malam. Hampir 75% masih didatangkan dari Tulung Agung. Uang yang berputar sekitar 100 juta perhari. Begitu juga di pembibitan, pasokannya kurang terus. Kita masih mengandalkan dari Purwokerto, sebab Yogya baru bisa menghasilkan bibit sendiri sekitar 50% saja. Jadi, ceruk pasar dari bisnis gurami sangat besar,” ujar Among Kurnia Ebo, Direktur PerMina (Perhimpunan Masyarakat Perikanan Nusantara) di PusdikLat PerMina Jalan Gurami Raya No 2 Jambidan, Banguntapan BantuL Yogyakarta.

Fenomena ini menujukkan bahwa gurami adalah potensi bisnis yang luar biasa di tengah banyaknya orang kebingungan hendak berinvestasi di bidang apa. Sebagai bagian dari matarantai bisnis kuliner, gurami menjadi lahan bisnis yang sangat menarik dan prospektif untuk diterjuni.

Oleh karenanya, untuk menangkap peluang tersebut PerMina akan menggelar Diklat Budidaya Gurami Teknik Guba di Lahan Sempit Berbasis Probiotik pada Minggu 24 Oktober 2010 di Kampung Gurami Jambidan, Bantul. Dengan pembicara Budi Suyoto (pembudidaya gurami dan tokoh perikanan Bantul), Usman Wiwied (pelaku trading gurami antar pulau), Among Kurnia EBo (konsultan Teknik Guba) dan Gosis Siswanto (pemasar dan pengembang gurami Albino).

“Bahkan dengan metode tertentu kita bisa panen tiap bulan dengan beberapa kolam saja. Kita bisa punya ATM satu atau dua juta rupiah sebulan hanya dari kolam-kolam kecil. Jadi, sangat efisien sekali,” jelas Among seraya mengatakan bahwa beaya diklat di PerMina hanya Rp 200 ribu dan peserta sudah mendapatkan kartu ID PerMina yang bermanfaat untuk hubungan jaringan gurami secara nasional, makalah, sertifikat, makan, dan juga konsultasi gratis seumur hidup.

Pendaftaran lewat hotline (0274) 9357800 atau ke www.diklatpermina.com.
Teknik Guba memang berbeda dengan sistem konvensional yang selama ini dilakukan para petani tradisional yang kebanyakan mengolamkan ikan dengan ala kadarnya. “Dengan sistem Guba kita akan mencetak petani berwawasan modern dengan aplikasi probiotik sehingga budidaya gurami terasa makin mudah, praktis, sederhana, minim resiko, namun keuntungannya berlipat ganda. Semuanya akan dikupas tuntas termasuk jaringan pemasarannya. Peserta diklat juga akan diberikan pendampingan atau konsultasi gratis seumur hidup,” jelas mantan wartawan Jawa Pos Group ini meyakinkan.
Dijelaskannya, bahwa keuntungan lain metode ini adalah budidaya gurami  bisa dilakukan di lahan-lahan sempit di pojok pekarangan dan dengan modal terbatas.

“Ibaratnya, dengan modal satu juta saja kita sudah bisa mulai action! Dan karena bisa mengoptimalkan lahan sempit maka budidaya gurami bisa dilakukan di tengah kota. Apalagi gurami mensyaratkan air yang menggenang, tidak mengalir, dan lebih bagus dari air tanah yang bebas polusi. Hal ini akan lebih memudahkan dan bisa dilakukan secara sambilan, bahkan oleh ibu rumah tangga,” tandas alumnus Entrepreneur University (EU) Yogyakarta yang Juli lalu memberikan workshop untuk para aktivis sosial dari 13 negara Asia Pasifik bekerjasama dengan  Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.***
  BACA SELANJUTNYA...

Minggu, 05 Desember 2010

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah
seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak
seperti orang yang tak bahagia.


Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu
mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil
segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya
perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak
tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk
berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua
orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi
telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga
itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan
tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari
telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua
berkata lagi. "Bagaimana rasanya?".

"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air
itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu
mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak
muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam
garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama,
dan memang akan tetap sama.

'Tapi. kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita
meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi,
saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada
satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima
semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu
menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan
merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan
Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam",
untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa
keresahan jiwa.
  BACA SELANJUTNYA...

Mental juara !

Di dalam dunia ini hanya ada 2 tipikal sikap.
Yang satu adalah Positif, yang satu adalah Negatif
Hanya itu !




Yang positif entah dalam situasi apapun, mereka selalu mampu memetik pelajaran yang bisa diambil.

Saat mereka bangkrut dalam usahanya, mereka akan berkata : saya telah melewati neraka, saatnya keluar dari tempat ini. Saat mereka ditipu oleh sahabatnya, mereka akan berkata : saya mengetahui bagaimana rasa sakitnya ditipu, karena itu saya tidak akan menipu mereka.

Saat mereka telah merasakan kemenangan berturut2, mereka akan berkata : saya tidak boleh sombong, musuh terbesar adalah kepuasan / narsis akan diri sendiri. Saat mereka kalah besar2an, mereka akan berkata : kemenangan ada di depan mata, asal saya tidak berhenti, saya akan menuju kemenangan yang tertunda.

Yang negatif entah dalam situasi apapun, mereka selalu menyalahkan keadaan, nasib.

Saat mereka baru kalah sekali, mereka akan berkata : saya berhenti, saya tidak mempunyai kemampuan. Saat mereka sedang dalam duka mendalam, mereka akan berkata : Tuhan tidak pernah adil kepada saya.

Mereka pergi kemanapun selalu berkata2 negatif, dan selalu menyebarkan virus, menjatuhkan mereka, sekelilingnya.

--------------------------------------------

Mereka yang kita sebut saja Suku Negatif / Pecundang selalu ada di mana2, ibarat sampah masyarakat. Mereka seperti virus, jumlahnya sangat2 banyak.

Sebaliknya, mereka yang selalu berpikir positif, hanya sedikit jumlahnya. Mereka inilah yang pada akhirnya akan menjadi seorang juara !

Karena saking banyaknya virus2 negatif ini, terkadang membuat kita terpengaruh.

Cara terbaik adalah menghindari segala sesuatu berbau negatif, baik orang maupun benda. Tayangan2 tv yang kebanyakan berunsur negatif, jangan ditonton. Mereka di sekeliling anda yang selalu beraura negatif, jauhi saja.

Dan anda menciptakan dunia positif anda sendiri, dengarkan lagu2 yang gembira. Pikirkan selalu hal yang berguna untuk sesama. Berkumpul dengan mereka yang sesama mental juara.

Butuh konsistensi, sekali lagi butuh konsistensi, namun saat anda mulai terbiasa dengan segala hal yang positif hingga tertanam di dalam alam bawah sadar anda, niscaya anda akan merasakan sebuah kehidupan yang baru, dan anda siap mengarungi perjalanan menjadi seorang juara.

Setiap orang paham akan hal ini, namun mereka yang menjalankannyalah yang pada akhirnya menjadi seperti hampir semua nama2 besar yang anda kenal dalam sejarah.
  BACA SELANJUTNYA...
 

Copyright 2008 All Rights Reserved | JIWA PEBISNIS Designed by Devan | CSS done by Blogger INDONESIA